My Harry Potter – 14 Februari 2004
seandainya saja aku bisa mendapatkan tempat di hatinya, apakah hal itu mungkin terjadi ? aku pernah berharap hal itu terjadi. Aku pernah berpikir hal itu akan terjadi. Hanya karena aku diperlakukan berbeda dari yang lain. Apakah memang aku diperlakukan berbeda, atau itu hanya anggapanku saja ? Ketika pertama kali aku mengenalnya, aku pikir dia anak yang sombong karena kepintarannya. Tapi semakin aku mengenalnya semakin aku mengerti akan sifatnya. Apa yang dia katakan selalu demi kebaikan yang lain. Kadang aku merasa dia jahat, tapi tidak. Dia tidak jahat, dia hanya ingin kami berusaha sendiri.
aku mulai merasakan getar itu sejak aku satu kelas dengannya. Aku tak tau bagaimana hal itu bisa terjadi. aku mengenalnya sudah cukup lama, tapi mengapa aku baru sadari hal itu sekarang. Mungkin rasa itu muncul karena aku cemburu. Begitu banyak perempuan didekatnya. Mereka ingin dekat dengannya. Begitu juga aku. Tapi aku tak berani, aku hanya bisa memandang dan menerima semua perlakuannya.
rasa itu semakin kuat saat teman-teman mulai menyadarkan aku akan perlakuannya yang terlampau berbeda. Memang awalnya aku menyangkal, tak mau percaya. Tapi lambat laun aku menginginkannya, bahkan aku mengusahakannya. Aku berusaha menarik perhatiannya. Berusaha selalu dekat dengannya. Tak jarang ia menolaknya, tapi aku tak putus asa. Hampir setengah tahun lamanya aku berusaha, tapi tak kunjung kuraih cita. Namun selama itu, tak kunjung kuucapkan kata cinta. Tak kuasa aku mengatakannya. Tak ada keberanian dalam diriku.
saat rasa itu tak kuasa kupendam, dia berpaling. Dia kembali seperti yang dulu. Ia yang tak pernah perhatikan aku. Aku semakin terpuruk memendam semua rasa. Hingga saat itu tiba, aku berusaha menarik perhatian. Tak kuhiraukan tatapan tajam dari teman-teman. Semua yang kulakukan karena aku ingin perhatiannya seperti dulu. Sayang keinginanku tak kunjung terwujud. Sudah usai asaku untuk dia. Valentine, 14 februari, hari dimana orang berbagai kasih sayang. Ingin rasanya aku menyatakan kasih dan sayangku, tapi apa daya… aku tak yakin dia menginginkannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar