Ya rabb, jika masih ada sedikit kebaikan dariku, dan Kau menganggapku telah pantas, datangkanlah seseorang yang akan menjadi partnerku mengarungi dakwah ini. Aku tahu, masih banyak kelemahan diri. Jika masih ada sedikit kebaikan dan jika apa yang kujaga dari rasa ini, mendatangkan keridhaan-Mu, ku mohon, datangkanlah padaku satu dari sekian banyak mujahidmu, yang tak pernah kukenal sebelumnya, yang entah di mana, yang datang dari jauh, yang aku bahkan tak pernah mendengar namanya. Sebab, aku ingin mencintainya dengan apa adanya dan berharap dia pun begitu. Datangkanlah dengan cara yang bersih... sederhana. Jika ia jauh, maka dekatkanlah. Jika ia telah dekat... sampaikanlah waktunya. Rabbi... Engkau Maha tahu yang terbaik bagiku, untuk dunia dan akhiratku. Semoga dia ada. Jika ia ada dan Engkau anggap aku telah pantas... Datangkanlah qawwam itu... yang aku dan dia akan menyempurnakan setengah dien...........
(Robi'ah Al-Adawiyah)
Pernikahan
Semua orang bisa melakukannya, menjalaninya, menikmatinya, bahkan memorak-porandakannya. Pernikahan bukan sebuah keinginan, namun sebuah keberanian untuk mengambil tanggung jawab dan kesiapan untuk berjuang. Bisa juga menjadi sebuah pilihan. Sebab, ada banyak cara jika hanya sekadar untuk menunjukkan rasa simpati, kasih sayang dan... cinta. Dan pernikahan adalah cara paling cerdas untuk itu!
Pernikahan menjadikan kita belajar banyak hal. Bahwa ternyata, emngenal adalah proses panjang yang tak pernah lekang dan tak berbatas waktu. Bahwa pasangan kita adalah manusia biasa yang punya potensi hina dan mulia, seperti juga kita.
Pernikahan menjadikan seseorang mengevaluasi diri. BUkan untuk menjadi malaikat. Bukan juga hanya untuk sekadar meraih bahagia.
Pernikahan adalah keiklasan... untuk memberi dan melakukan kebaikan. Mendahului memaafkan, mendahului bertindak mulia... Hingga tak ada yang merasa terzalimi, karena semua hak telah terpenuhi, keseimbangan telah terjiwai. Menyatu dalam ikatan yang diridhai Allah Arrahman, Sang Pemilik Cinta Sejati.
(Robi'ah Al-Adawiyah)
Semua orang bisa melakukannya, menjalaninya, menikmatinya, bahkan memorak-porandakannya. Pernikahan bukan sebuah keinginan, namun sebuah keberanian untuk mengambil tanggung jawab dan kesiapan untuk berjuang. Bisa juga menjadi sebuah pilihan. Sebab, ada banyak cara jika hanya sekadar untuk menunjukkan rasa simpati, kasih sayang dan... cinta. Dan pernikahan adalah cara paling cerdas untuk itu!
Pernikahan menjadikan kita belajar banyak hal. Bahwa ternyata, emngenal adalah proses panjang yang tak pernah lekang dan tak berbatas waktu. Bahwa pasangan kita adalah manusia biasa yang punya potensi hina dan mulia, seperti juga kita.
Pernikahan menjadikan seseorang mengevaluasi diri. BUkan untuk menjadi malaikat. Bukan juga hanya untuk sekadar meraih bahagia.
Pernikahan adalah keiklasan... untuk memberi dan melakukan kebaikan. Mendahului memaafkan, mendahului bertindak mulia... Hingga tak ada yang merasa terzalimi, karena semua hak telah terpenuhi, keseimbangan telah terjiwai. Menyatu dalam ikatan yang diridhai Allah Arrahman, Sang Pemilik Cinta Sejati.
(Robi'ah Al-Adawiyah)
Langganan:
Postingan (Atom)
